

Tuhan, Kenapa Aku Belum Ikhlas?
A.K Penulis
Tersedia di:
Deskripsi
Manusia kadang hidup terlalu memaksa. Memaksakan kehendak. Memaksakan pikiran. Memaksa diri sendiri. Memaksa orang lain. Tetapi karena itu manusia mudah menjadi stres. Manusia tidak sadar kalau telah berbuat melampaui batas yang telah ditetapkan oleh-Nya. Kita harus menjalani hidup dengan merasa cukup, tidak memaksakan diri, dan memiliki jiwa yang lapang. Jiwa yang bisa menerima segala sesuatu dengan seikhlas-ikhlasnya. Bukan berarti kita hanya diam saja. Bukan berarti kita tidak berusaha. Kita harus selalu bekerja dengan gigih, dan berdoa dengan lebih gigih lagi. Setelah itu lapangkan jiwamu untuk menerima segala ketetapan dari-Nya. Buku yang sederhana ini ingin mengajak Anda menjalani hidup dengan jiwa yang lapang. Jiwa yang ikhlas menerima, jiwa yang ikhlas melepaskan, jiwa yang menyerahkan segala sesuatunya kepada Sang Pencipta.
Ulasan
Buku Rekomendasi Lainnya

English for Spesific purpases economic
HASIBUAN, Sofia Rangkuti

Sepasang bangau kertas
PEKASIH, Ganda

Pustaka pengetahuan modern : kapal laut
RUTLAND, Jonathan ; AFFANDI, Soleh

Gadis korek api : dan dongeng-dongeng lainnya
Andersen, H.C. ; Penerjemah, Ambhita Dhyaningrum ; Penyunting, Jia Effendie

Ekonomi 1 : SMA Kelas X
Erick Wicaksono ; Endang Mulyadi ; Erikasman Gafar

Menyingkap tirai sejarah Bung Karno dan kemeja Arrow
Asvi Warman Adam

Pengantar Kajian Globalisasi : Analisa Teori dan Dampaknya di Dunia Ketiga
JATI, Wasisto raharjo

Harlem Beat 10
NISHIYAMA, Yuriko

Terampil Teknik Senam
; Editor: Edi Warsidi

Kisah Menakjubkan 25 Nabi & Rasul #5
-

Museum dan kita
Amanda Margareth (Pengarang)

Selena
Tere Liye (Pengarang)

Mengapa stroke menyerang usia muda? : penyebab, gejala, & pencegahan stroke yang menyerang usia muda
Yulianto, A (Pengarang) ; Chrisna Farmadiani (penyunting)

The Orphan keeper = penjaga anak yatim
Wright, Camron (Pengarang) ; Indriani Grantika (penerjemah, editor)
