Alat musik tradisional DKI Jakarta
Diaz Saiz (Pengarang)
Tersedia di:
Deskripsi
Setiap daerah pasti memiliki alat musik khas masing-masing tidak terkecuali Betawi. Selain alat musik modern, saat ini masih banyak juga alat musik tradisional yang masih dipakai hingga sekarang. Hal ini merupakan langkah bagus agar generasi penerus dapat melestarikannya. Betawi merupakan sebuah nama suku yang tinggal di Jakarta. Sampai saat ini masyarakatnya pun masih memegang teguh warisan baik budaya maupun rasa kekelurgaan yang kental. Selain makanan yang khas, masyarakat Betawi masih melestarikan beberapa pertunjukan tradisional, seperti onndel-ondel, pertunjukan lenong, dll. Meskipun perkembangan jaman sudah mulai modern, nyatanya alat musik Betawi khususnya yang tradisional masih dipakai sampai sekarang. Secara umum alat musik Betawi memiliki banyak ragam dan bentuk, mulai dari alat musik tiup, pukul, gesek, dsb. yang tentunya mempunyai fungsi masing-masing. Buku Alat Musik Tradisional DKI Jakarta membahas mengenai ragam alat musik tradisional yang ada di DKI Jakarta. Dengan harapan dapat melestarikan budaya dan adat istiadat Betawi, dimana pada saat ini banyak generasi muda yang sudah tidak mengetahui dan memahaminya lagi. Hal ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan lebih mengenal sekaligus memahami tentang keragaman budaya terutama alat musik tradisional yang ada di Jakarta.
Ulasan
Buku Terkait
Buku Rekomendasi Lainnya
A Tree Grows in Brooklyn : Sebatang pohon tumbuh di Brooklyn
SMITH, Betty ; KESAULY, Rosemary
Matematika cetak mencetak
SCHEDER, Georg;
Melati putih Juhaeni Radi
RADI, Juhaeni
Penganggaran Dasar Nol
AUSTIN, L. Allan
SANTOSO,P. Insap
Keperawatan jiwa : aplikasi praktik klinik
Lilik Ma'rifatul Azizah
Amazing crickets
JACOBS, Daniel ; CURRICULUM CONCEPTS
Tetumbuhan
Whitten, Tony ; Whitten, Jane ; Karsono H Saputra ; Elizabeth A. Widjaja
Setelah dia pergi : Untukmu yang telah berpisah tapi sulit merelakan
Dedy Chandra Haludin ; Kinanti
I Love You, Om
; Betti Roosmarline
Ensiklopedia Jakarta 1 : Jakarta tempo doeloe, kini & esok
Eni Setiati (pengarang)
Mending gelo daripada korupsi
Gusjur Mahesa (Pengarang)
Kelemahanku adalah kekuatanku
Habibie Afsyah (Pengarang)
Seikhlas awan mencintai hujan
Patahan Ranting (Pengarang) ; Winda Sutrisno (Penyunting)