

Rekontruksi sejarah al-quran
Taufik Adnan Amal (Pengarang) ; Samsu Rizal Panggabean (penyunting)
Tersedia di:
Deskripsi
Buku ini berupaya merekonstruksi perjalanan historis al-Quran yang diharapkan dapat bertahan terhadap kritik sejarah sekaligus bisa berhadapan dengan berbagai prasangka “ilmiah” Barat. Masalah-masalah utama dalam pewahyuan al-Quran serta pengumpulan dan stabilisasi teksnya menjadi fokus kajian dalam buku ini. Dengan demikian, obyek studi ini mencakup keseluruhan etape perjalanan kesejarahan al-Quran, dan hasilnya diharapkan memberikan kontribusi signifikan di bidang sejarah kitab suci kaum Muslim. Sesuai dengan tujuan utamanya, penulis buku ini berpegang ketat pada pendekatan sejarah. Namun, karena beberapa aspek dari sejarah melibatkan intensitas pemahaman keagamaan, maka interpretasi yang dilakukan tidak bersifat historis semata, melainkan juga bersifat islami. Data kesejarahan tidak diperlakukan sebagai sekadar data mati untuk dianalisis, tetapi sebagai sesuatu yang memiliki implikasi religius bagi masa depan kaum Muslim dan kitab sucinya. Karena itu, buku ini juga bersifat preskriptif dan diharapkan bisa menyumbangkan perspektif-perspektif baru dan segar dalam studi-studi al-Quran.
Ulasan
Buku Rekomendasi Lainnya

Accounting for managers William H. Webster
WEBSTERS, William H

Mewarnai Disney : Finding Nemo
DISNEY Enterprises

Preparing For Parenthood
SALK, Lee

u Belah Batu Bertangkup. Oleh SYAMSUDDIN, BM;
SYAMSUDDIN, BM;

Dapur kreativitas para juara
Salman Iskandar ; Hartono

Glickman's : clinical periodontology
GLICKMAN'S

Ya Allah Aku Sedih
@Nashihatku

Hati Yang Gembira Adalah Obat
Sophie Navita ; Baiq Nadia Yunarthi

Belajar yang pertama! Microsoft Word 2013
Taufiq Hidayatullah

Kosakata praktis Italia - Indonesia Indonesia - Italia untuk kegiatan sehari-hari
Dinar Tanama ; Susi Aprilyana

Fat - loss not weight - loss : gemuk tapi ramping
-

There are no bears
Rebecca Colby ; Gustavo Mazali (ilustrator)

Hafalan shalat Delisa
Tere Liye (Pengarang)

Manajemen mutu pendidikan : teori dan kebijakan
Jejen Musfah (Pengarang)
