Islam alternatif : menjelajah zaman baru
Jalaluddin Rakhmat (Pengarang) ; Yuliani Liputo (Penyunting)
Tersedia di:
Deskripsi
Gelombang rasionalisme/positivisme di era Renaisans Barat diramalkan bakal menyapu-habis agama. Seluruh dunia dinubuatkan segera mengalami sekularisasi total. Kini ramalan itu terbukti keliru besar. Agama dalam beberapa dekade terakhir bukan hanya tidak mati, tapi bangkit dengan vitalitas yang luar biasa! Sayangnya, kebangkitan agama ini tidak selalu membawa harapan akan kedamaian dan kemaslahatan. Fenomena kekerasan atas nama agama justru cukup marak menyertainya. Orang bertanya-tanya: ada apa dengan agama? Kaum agama tentu segera menukas bahwa persoalannya bukan pada agama, tetapi pada penafsiran atas agama. Lalu, penafsiran agama seperti apakah yang dapat membawa manusia kepada kedamaian dan kemaslahatan? Lewat Islam Alternatif, Jalaluddin Rakhmat ingin menunjukkan Islam sebagai agama rahmat dan agama keadilan. Dengan paradigma tersebut, Islam hendak ditawarkan sebagai alternatif solusi—di antara sistem-sistem yang dominan—bagi krisis kemanusiaan global dewasa ini.
Ulasan
Buku Rekomendasi Lainnya
Diagnosa diferensial edisi ke 2
LORENZ
Jalaluddin rumi
AN-NADWAI, Abul Hasan
Sehat dan ceria di usia senja : melangkah dengan anggun
HUTAPEA,Ronald
Tehnik termudah bermain Keyboard 3
MANDAU, R.G
Upaya Penegakan Hukum dalam Era Reformasi
TUESANG, Harie
Berani bicara di depan publik cara cepat berpidato
ROGERS, Natalie ; DHARMA, Lala Herawati
The Macmillan World Atlas
tembus cpns 34 kementerian dan 47 lembaga negara plus tni-polri
TIM, penyusun soal
ALLAH MAHA PEMBERI : Maka Engkau Gampang Naik Gaji
Candra Hermawan (Pengarang)
Tujuh : angka untuk kebahagian, kasih sayang, dan keberhasilan
Leo, Jacqueline ; Alex Tri Kantjono Widodo
Baby Blues : di mana zoe?
Scott, Jerry
Motor Racing
Nicholson, Geoffrey
Hanoman dan Lintang Rina
Yoana Dianika (Pengarang) ; Cicilia Heni (Penyunting) ; Flora Maharani (Penyunting) ; Kezia Josephine (Ilustrator)
Allah tidak cerewet seperti kita. : islam itu mudah, jangan dipersulit
Emha Aibub Nadjib (Pengarang)