Toxic free love : jadi dewasa tidak melulu tentang cinta
Wisnu Kumoro (Pengarang) ; RY Azzura (Penyunting)
Tersedia di:
Deskripsi
“Biarkan dia bahagia, entah bersama kamu ataupun tidak. Jika memang bersamamu dia lebih bahagia, pertahankan. Jika tidak, doakan.” Ayahnya hanya mengajarkan dia cara mencintai. Mencintai lagu-lagu lama yang mungkin orang sudah lupa; mencintai keluarga dan selalu terbuka; mencintai diri sendiri lebih dari orang lain. Dan itu semua dia pelajari dari ayahnya. Ayah yang penuh cinta, tapi juga ternyata malam ini dia baru tahu, cinta ayah dan ibunya itu penuh luka. Kapan terakhir kali kamu berterima kasih kepada dirimu sendiri? Kapan terakhir kali, kamu merayakan cinta terhadap dirimu sendiri? Dan, kapan kamu bersyukur bahwa eksistensi dirimu menjadi kebahagiaan bagi orang-orang terdekatmu? Bad Time Story adalah siniar yang hadir sejak 2017 dari Wisnu Kumoro, yang kemudian dibukukan lewat Toxic Free Love, bercerita tentang kesehatan mental dan relationship. Dua topik yang menjadi perhatiannya sejak beberapa tahun terakhir, khususnya sejak dia rutin ke psikiter untuk pemulihan psikisnya sendiri. Cerita-cerita yang mengingatkan kita bahwa menjadi dewasa itu tidak melulu tentang cinta.
Ulasan
Buku Rekomendasi Lainnya
Jane Eyre
BRONTE, Charlotte
Musik samrah betawi
Atik Soepandi ; Abdurachman ; Wijoso Yudoseputro
Pasukan'T' Ronggolawe tahun 1945-1950
Reliable : bertanggung jawab
Amos, Janine
Mahir Wordpress 4 plus
RAHMAN, Su
kecil-kecil punya karya : Ibu baru
THIA ; THIA
Strategi mengubah usaha kecil minim menjadi usaha kaya miliaran UKM naik kelas
-
Sang Penakluk : dan kisah - kisah nyata menyentuh lainnya
Jack Canfield ; Mark Victor Hansen ; Marty Becker D.V.M ; Carol Kline
Leksikon kesusastraan Indonesia modern
Pamusuk Eneste (editor) ; Rahardjo S. (desain sampul)
Momiji
Mochamad Rozikin (Pengarang) ; Eva Rafiqoh (Penyunting)
Fabel bernuansa islami
Delila Fitriani (Pengarang)
Memorias de un soldado desconocido
Sanchez, Lurgio Gavilan (Pengarang)
Menyongsong badai
Luwarsih Pringgoadisurjo (Pengarang)
Kehilangan yang tak pernah kumiliki
Wisnu Widiatmoko (Pengarang) ; Nurkasa Khumayya (Penyunting)