JAKLITERA sudah ada versi mobile lho! Unduh
Pinjam buku ini
Mengapa tuhan menciptakan keburukan

Mengapa tuhan menciptakan keburukan

Amiri, Sami (Pengarang) ; Misbahul Munir (Penerjemah) ; Abu Rifka (Penyunting)

Edisi cetakan pertama
Penerbit Jakarta : Pustaka Al-Kautsar, 2025
Deskripsi Fisik xxiv, 295 halaman : ilustrasi ; 24 cm
ISBN 9786231730916
Subjek Dasar/dasar Agama Islam / Iman / Aspek Agama Islam / Kebaikan dan Keburukan
Bahasa Indonesia
Call Number KC/297.31 AMI m

Tersedia di:

~Perpustakaan Jakarta - Nyi Ageng Serang
Dapat Dipinjam: 0
Baca di Tempat: 1
Sedang Dipinjam: 0
00007357474
Baca di tempat
Kuningan Deposit - Koleksi Deposit
KC/297.31 AMI m
KCKR

Deskripsi

Bibliografi: halaman 287-295 ; Jika Tuhan Mahabaik, Mengapa Dunia Penuh Derita? Inilah pertanyaan abadi yang telah mengguncang iman jutaan manusia sepanjang sejarah. Di era modern, pertanyaan ini telah menjadi senjata kaum ateis untuk menegaskan bahwa keberadaan Tuhan yang Maha Pengasih tidaklah sejalan dengan realitas dunia yang penuh dengan penderitaan, bencana, dan kezaliman. Bagaimana mungkin Tuhan yang Mahakuasa membiarkan seorang anak menderita sakit, atau sebuah bencana merenggut nyawa orang-orang tak berdosa? Apakah semua ini adalah bukti bahwa Tuhan tidak ada, atau tidak peduli? Buku "Mengapa Tuhan Menciptakan Keburukan?" karya Dr. Sami Amiri hadir untuk menjawab tantangan intelektual terbesar di zaman kita ini. Namun, buku ini tidak sekadar memberikan jawaban defensif. Dengan argumentasi yang kokoh dan wawasan yang mendalam, Dr. Amiri justru membalikkan pertanyaan tersebut dan menunjukkan bahwa "problem kejahatan," pada hakikatnya adalah masalah yang lebih besar bagi pandangan dunia ateistik yang nihilistik dan tanpa makna. Melalui penelusuran yang brilian terhadap filsafat Barat, dalil-dalil wahyu, dan khazanah pemikiran lslam, buku ini mengurai secara sistematis berbagai lapisan hikmah di balik keberadaan kejahatan. Anda akan diajak untuk memahami mengapa dunia diciptakan sebagai medan ujian, bagaimana anugerah kehendak bebas menjadi kunci pemahaman, serta bagaimana penderitaan justru menjadi sarana untuk menempa jiwa, menyingkap kebaikan, dan membimbing manusia kembali kepada Sang Pencipta. Ditulis dengan bahasa yang tajam namun mencerahkan, karya ini adalah bacaan wajib bagi setiap muslim yang ingin mengokohkan imannya di atas fondasi argumen yang kuat, bagi para dai dan pendidik yang berhadapan langsung dengan syubhat ateisme, dan bagi siapa saja yang sedang mencari jawaban memuaskan atas salah satu teka-teki paling mendalam dalam eksistensi manusia. Inilah sebuah teodisi Islam yang komprehensif, yang membuktikan bahwa di balik setiap tetes air mata, ada lautan rahmat dan keadilan-Nya yang tak terbatas.

Ulasan

Belum ada ulasan untuk buku ini. Jadilah yang pertama untuk mengulas!