JAKLITERA sudah ada versi mobile lho! Unduh
Pinjam buku ini
Jakarta 1950 - 1970

Jakarta 1950 - 1970

Firman Lubis (Pengarang) ; Rahmat Edi Sutanto (Penyunting)

Edisi Cetakan pertama
Penerbit Jakarta : Masup Jakarta, 2018
Deskripsi Fisik xvii, 472 halaman : Ilustrasi ; 15.5 cm x 24 cm
ISBN 9786027200142
Subjek Sejarah Jakarta
Bahasa Indonesia
Call Number 959.822 FIR j ; KK/959.822 FIR j

Tersedia di:

~Perpustakaan Jakarta - Cikini
Dapat Dipinjam: 0
Baca di Tempat: 3
Sedang Dipinjam: 0
00007428437
Baca di tempat
Cikini Kejakartaan - Rak Tangga
KK/959.822 FIR j
Koleksi Kejakartaaan (Default)
00007428442
Baca di tempat
Cikini Kejakartaan - Rak Tangga
KK/959.822 FIR j
Koleksi Kejakartaaan (Default)
00007428447
Baca di tempat
Cikini Kejakartaan - Rak Tangga
KK/959.822 FIR j
Koleksi Kejakartaaan (Default)

Deskripsi

Ini adalah buku sejarah yang langka sebab menghadirkan sejarah kehidupan sehari- hari orang kebanyakan di kota Jakarta. Penulisnya. Firman Lubis, menceritakan soal sepeda, becak, anak-anak, perumahan, sekolahan, kegiatan olahraga, dunia mahasiswa, rumah sakit, tempat wisata, hotel, sampai dengan masalah keragaman etnis dengan tradisi budayanya. Kemudian masih ditambah cerita kehidupan orang gedongan. orang kampung, perabotan rumah tangga, tempat jajan-makan, kriminalitas, kemacetan, pelacuran, kaum intelektual, kesenian, tempat hiburan, gaya berpakaian, gaya berpacaran, dan masih berderet lagi kisah bagaimana masyarakat kota Jakarta menghadapi modernitas sepanjang 1950 sampai 1970. Semua itu ditulis dengan kacamata pengalaman Firman, seorang dokter yang tumbuh dari anak kampung di pinggiran Menteng dengan kekayaan akar dan warna\biografinya. Ia mengalami fase kehidupan dari zaman Jepang, kemerdekaan. Demokrasi Terpimpin sampai otoriterianisme Orde Baru. Semua peralihan kekuasan itu jelas berdampak besar bagi kehidupan masyarakat. Namun, perhatian dan fokus utama cerita Firman bukanlah peristiwa politik dengan para tokohnya. Ada memang kisah pergulatan politik yang berkecamuk di Jakarta, tetapi bukan itu narasi yang utama. Ia lebih memilih menarasikan yang oleh para sejarawan disebut model penulisan sejarah sosial yang menyangkut sejarah masyarakat, sejarah orang kebanyakan, atau sejarah kehidupan sehari-hari. Suatu model kajian sejarah yang oleh para sejarawan sendiri diakui langka.

Ulasan

Belum ada ulasan untuk buku ini. Jadilah yang pertama untuk mengulas!