Peralihan sistem birokrasi : dari tradisional ke kolonial
AGUNG, Anak Agung Gde Putra
Tersedia di:
Deskripsi
Pada permulaan abad XIX di Bali terdapat Sembilan kerajaan dan hingga akhirnya tinggal delapan karena kerajaan Bandung telah mengalahkan kerajaan Mengwi. Bertolak dari konsep yang memandang dari dinamika masyarakat sebagai jalinan kontinuitas dan diskontinuitas, maka dalam perkembangannya di kerajaan karangasem mengalami perubahan dalam birokrasi. Pada birokrasi tradisional, struktur hirarki terdiri dari klas penguasa yaitu pada tingkat raja beserta keluarganya, dan para birokrat, sedangkan rakyat selalu memberikan pelayanan, penghormatan dan kesetiaan. Pribadi raja adalah sebagai pemilik kekuasaan. Masuklah pemerintah Hindia Belanda dengan menjalankan system “indirect rule” untuk mempertahankan hegemoninya dan Belanda tetap mempertahankan penguasa lokal untuk otoritas tradisionalnya. Dampak pemerintahan colonial terhadap perubahan sosial adalah sejalan dengan modernism dan westernisme, sehingga pucuk pimpinan dipegang oleh para elite yang berpendidikan tinggi.
Ulasan
Buku Rekomendasi Lainnya
10 November 1945 : mengapa Inggris membom Surabaya? : analisis latar belakang agresi militer Inggris
HUTAGALUNG, Batara R
Aku adalah AKU
KUSAERI Y.S
Hari-hari terakhir seorang presiden
GAFUR, Abdul
Kamus hukum
Andi Hamzah
Rumah baru Pipit
ZENI, S.Nugroho
Undang-undang republik Indonesia nomor 29 tentang anggaran pendapatan belanja negara tahun anggaran 2003
INDONESIA, Sek Neg
Mario Puzo
PUZO,Mario
Secret of doa : dahsyatnya kekuatan doa
-
Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara
Agnes Bemoe
Dasar-dasar ilmu semantik
Suhardi (Pengarang) ; Nurhid (Pengarang)
Treasure island
Robert Louis Stevenson (Pengarang)
Penance
Kanae, Minato (Pengarang) ; Andry Setiawan (Penerjemah) ; Prisca Primasari (Penyunting)
Lentera dalam denyut sajakku
Willia Tria Apriliani (Pengarang)
Sejarah Animasi
Yayat (Pengarang)