CATATAN Hati Ibunda
DEWI, Beby Haryanti ; NADIA, Asma ; PRADANA, Alifadha
Tersedia di:
Deskripsi
Menjadi seorang ibu merupakan hal yang paling membahagiakan di dunia ini, karena anak merupakan anugrah dan amanah dari Allah SWT yang harus kita didik, rawat dengan penuh kasih sayang. Akan tetapi dalam menjalani peran kita sebagai seorang ibu banyak tantangan yang dihadapi. Catatan hati bunda ini merupakan kisah sejati yang dialami oleh ibu ibu dalam mendidik anak. Ketidakcakapan mengurus rumah tangga dan anak anak, rasa sabar yang menipis saat menghadapi tingkah pola ananda, kepanikan ketika buah ahti mendadak sakit, perasaan sedih dan bersalah saat anak menjadi dewasa sebelum waktunya dan melakukan perbuatan tak pantas, ketika menjadi single parent(suami meninggal dunia) atau jika pernikahan berakhir dengan perceraian. Menjadi seorang ibu harus mampu membimbing anak anak menatap masa depan, karena anak merupakan amanah Allah yang diharapkan mampu menjadi pembuka pintu surga, sangat membutuhkan sosok bunda yang kuat, cerdas dan iklas
Ulasan
Buku Rekomendasi Lainnya
Bagaimana Cara Bekerjanya Alat Teknik Modern dalam Kehidupan Sehari-Hari
Pharmaceutical and medicinal chemistry
WATSON, David G
Beberapa catatan kesehatan anak
RANUH, IG.N. Gde
Buku ajar biofisika akupunktur : dalam konsep kedokteran energi
SAPUTRA,Koosnadi
TRANSPLANTATION fifth edition : a companion to specialist surgical practice
PATERSON-BROWN ; FORSYTHE, John L.R.
Pelangi yang Dirindukan
Riska Wati Harfin (Pengarang)
Mewarnai & Menempel Stiker Pesawat
-
Things left behind : hal-hal yang kita pelajari dari mereka yang telah tiada
Byoul, Kim Sae (Pengarang) ; Anna Lee (alih bahasa)
Badik
Aspar Paturusi (Pengarang)
Where is the wind ?
Warren Celia (Pengarang)
Welcoming feelings : a collection of calming writings to ease your aching soul and mixed feelings
Rara Noormega (Pengarang) ; Niken Rachmadi (Penyunting)
Intan
Abdullah Hussain (Pengarang)
Carita Bangka Het Verhaal Van Bangka
Wieringa E.P (Pengarang)
Sepuluh Tahun Kemudian
ALCOTT, Louisa May (Pengarang) ; Djokolelono (Penerjemah)