JAKLITERA sudah ada versi mobile lho! Unduh
Baca koleksi ini
Komik denok bagian 132--133

Komik denok bagian 132--133

Sukri Sarief (Pengarang)

Edisi -
Penerbit Semarang : Suara Merdeka, 1995
Deskripsi Fisik 2 halaman : ilustrasi ; 25 cm
ISBN -
Subjek Sarief, Sukri
Bahasa -
Call Number H.40.979

Deskripsi

Artikel Komik denok bagian 132--133, Menjelang ajalnya, Ki Santang diyakini sempat mengutarakan isi hatinya. Menurut jalan pikiran sang abdi, sebelum hukuman mati dijatuhkan, Ki Santang berbicara tentang alasan dirinya menerima hukuman tersebut—bukan sebagai pengkhianat, melainkan sebagai tumbal demi ketenteraman negeri. Ia juga menjelaskan makna mimpi Kanjeng Sinuwun yang selama ini disalahartikan, bahwa mimpi itu sejatinya adalah peringatan akan bahaya dari lingkaran terdekat, bukan ancaman dari luar. Penjelasan Ki Santang membuka mata sebagian pihak istana, menimbulkan penyesalan yang terlambat, sekaligus menjadi pesan terakhir yang sarat makna tentang kesetiaan, pengorbanan, dan kebenaran yang sering datang setelah segalanya terlambat.

Ulasan

Belum ada ulasan untuk buku ini. Jadilah yang pertama untuk mengulas!