Cerpen cinta pedagang nasi uduk
Irwan Kelana (Pengarang)
Deskripsi
Artikel Cerpen cinta pedagang nasi uduk, Cerpen Cinta Pedagang Nasi Uduk bermula pada sebuah Sabtu senja ketika dering telepon mengejutkan hati Khadijah, seorang pedagang nasi uduk. Nama yang muncul di layar ponselnya adalah mantan muridnya—seseorang yang baru sepekan lalu diwisuda sebagai doktor hukum termuda di Universitas Indonesia, Depok. Panggilan tak terduga itu membuka kembali kenangan masa lalu Khadijah sebagai guru SMA sebelum menjalani hidup sebagai pedagang kecil. Sang murid mengundang beberapa guru SMA-nya, termasuk Khadijah, untuk menghadiri sebuah pertemuan yang sarat makna. Undangan itu membuat Khadijah dihadapkan pada perasaan campur aduk antara bangga, haru, dan kerinduan, sekaligus menyadarkan jarak sosial yang kini memisahkan kehidupan mereka. Di balik kesederhanaannya menjajakan nasi uduk, Khadijah menyimpan sejarah pengabdian dan cinta yang tak pernah ia pamerkan.
Ulasan
Koleksi Terkait
Koleksi Rekomendasi Lainnya
Stamboel selebritas edisi 127
Veven Sp. Wardhana (Pengarang)
Bahasa! : pelukis merupakan celeng
Nirwan Dewanto (Pengarang)
Surat dari tanah suci (14) : abad XV tahun hijrah bawa perobahan besar
Ali Hasjmy (Pengarang)
Surat dari Velbak : Kisah tentang jiwa
Kumpulan surat-surat Njoman S. Pendit
Korrie Layun Rampan menatap "tiga muka"
Jakarta sunyi sekali di malam hari
Jujur Pranoto (Pengarang)
Gus Dur tetap tuntut pelita
Abdurrahman Wahid (Pengarang)
Pahlawan para penjair
Ajatrohaedi (Pengarang)
Semua bisa diatur
Lian Lubis (Pengarang)
Mimpi teater go public 2001
Surat untuk Nh. Dini dari Pamusuk Eneste (22 Februari 1985)
Pamusuk Eneste (Pengarang)
Puisi-puisi jiwaku bersama mereka yang selalu kehilangan
Dharmadi (Pengarang)
Shastra Hajendra Pangruwat, bagian 50 dan 51
Agus Sunyoto (Pengarang)