Pangeran Ashoka (25-26)
Wytze Keuning (Pengarang)
Deskripsi
Cerita Bersambung Karya Wytze Keuning Diterjemahkan oleh Makmoer Soerjanagoro di terbitkan Surat kabar Pikiran Rakyat di Bandung pada tahun 1990 berjudul Pangeran Ashoka Menceritakan dibawah terik matahari matahari bumi Aryavartha yang menyengar penunggang kuda itu memacu kudanya dengan kencang dari kamp tentara Maurya menuju ke ibukota negara, Pataliputra , di sepanjang jalan yang dilaluinya orang-orang berdiri dengan takzimnya sebagai tanda rasa hormat kepadanya, sekalipun udara yang berdebu terasa demikian panas mendera punggung mereka Kulit tubuh penunggang kuda yang ugal-ugalan itu berwarna kuning mengkilat seperti perunggu dari balik wajahnya yang jelek dan kasar itu terbayang semanagat dan kepribadian yang sangat kuat dan energik
Ulasan
Koleksi Terkait
Pangeran Ashoka (1-3)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (6-7)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (8-9)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (13)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (16-17)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (18-19)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (20-21)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (23-24)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (27-28)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (29-30)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (31-32)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (33-34)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (35-36)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (37-38)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (39-40)
Wytze Keuning (Pengarang)
Koleksi Rekomendasi Lainnya
Ultah TV: top pop
Nirwanto Ki S. Hendrowinoto (Pengarang)
Kumpulan-kumpulan puisi karya Nyoman Wirata
Nyoman Wirata (Pengarang)
Penjadaran
Situmorang, Sitor, 1924-2014 (Pengarang)
Garis dan tokoh dalam sorotan manikebu
Situmorang, Sitor, 1924-2014 (Pengarang)
Gema otak terbanting
Slamet Kirnanto (Pengarang)
Pertemuan sasterawan Nusantara
Yang singgah dan berlalau bagian 3
Abrar Yusra (Pengarang)
Surat dari Pipiet Senja untuk pembaca
Pipiet Senja (Pengarang)
Tikungan bagian 26
Achmad Munif (Pengarang)
Nyanyi sunyi seorang bisu II
Pramoedya Ananta Toer (Pengarang)
Cerbung biarlah badai menerpa bagian 56
Evhend Syamsunardhinny (Pengarang)
Drama 'Eceng Gondok'
Putu Arya Tirtawirya (Pengarang)
Sebagai pustakawan saya merasa prihatin
Fachurr M.K. (Pengarang)
Ramayana (Bagian 36-37)
Sunardi D.M. (Pengarang)