Pangeran Ashoka (27-28)
Wytze Keuning (Pengarang)
Deskripsi
Cerita Bersambung Karya Wytze Keuning Diterjemahkan oleh Makmoer Soerjanagoro di terbitkan Surat kabar Pikiran Rakyat di Bandung pada tahun 1990 berjudul Pangeran Ashoka Menceritakan dibawah terik matahari matahari bumi Aryavartha yang menyengar penunggang kuda itu memacu kudanya dengan kencang dari kamp tentara Maurya menuju ke ibukota negara, Pataliputra , di sepanjang jalan yang dilaluinya orang-orang berdiri dengan takzimnya sebagai tanda rasa hormat kepadanya, sekalipun udara yang berdebu terasa demikian panas mendera punggung mereka Kulit tubuh penunggang kuda yang ugal-ugalan itu berwarna kuning mengkilat seperti perunggu dari balik wajahnya yang jelek dan kasar itu terbayang semanagat dan kepribadian yang sangat kuat dan energik
Ulasan
Koleksi Terkait
Pangeran Ashoka (1-3)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (6-7)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (8-9)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (13)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (16-17)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (18-19)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (20-21)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (23-24)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (25-26)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (29-30)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (31-32)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (33-34)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (35-36)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (37-38)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (39-40)
Wytze Keuning (Pengarang)
Koleksi Rekomendasi Lainnya
Misteri kelabu ketutup "kelambu"
Nirwanto KI S. Hendrowinoto, (Pengarang)
Teater
Nirwan Dewanto (Pengarang)
Dalam kegamangan manusia urban
Damhuri Muhammad (Pengarang)
Apresiasi sebelas (11) hari lagi tiga (3) sajak minggu ini : kumpulan sajak-sajak Nyoman Tusthi Eddy
Nyoman Tusthi Eddy, 1945 (Pengarang)
Wage Rudolf Supratman : mengesek biola, mencipta lagu
Devi Gustia (Pengarang)
Sitor Situmorang, antara Harianboho dan Paris
Pamusuk Eneste (Pengarang)
Subagio Sastrowardoyo untuk memahami sastra perlu beberapa syarat
Djawban Sdr. Achdiat, mengenai buku Atheis : Mengenai buku atheis
Achdiat K. Mihardja (Pengarang)
Tikungan bagian 8
Achmad Munif (Pengarang)
Ada ajaran komunisme tersamar dalam karya - karya Pramudya
Dirjen Kebudayaan (Pengarang)
Diah Hadaning punya tehnik baru dalam puisinya
D. Santika P. (Pengarang)
Pesta kawin jadi ajang mimbar bebas : Arief "demonstran" Budiman mantu
Gunawan Permadi (Pengarang)
Cerbung hikayat Nun Parisi episode III No. 10
Anzib Lamnyong (Pengarang)
Munti
Prasetyohadi (Pengarang)