Pangeran Ashoka (76-77)
Wytze Keuning (Pengarang)
Deskripsi
Cerita Bersambung Karya Wytze Keuning Diterjemahkan oleh Makmoer Soerjanagoro di terbitkan Surat kabar Pikiran Rakyat di Bandung pada tahun 1990 berjudul Pangeran Ashoka Menceritakan dibawah terik matahari matahari bumi Aryavartha yang menyengar penunggang kuda itu memacu kudanya dengan kencang dari kamp tentara Maurya menuju ke ibukota negara, Pataliputra , di sepanjang jalan yang dilaluinya orang-orang berdiri dengan takzimnya sebagai tanda rasa hormat kepadanya, sekalipun udara yang berdebu terasa demikian panas mendera punggung mereka Kulit tubuh penunggang kuda yang ugal-ugalan itu berwarna kuning mengkilat seperti perunggu dari balik wajahnya yang jelek dan kasar itu terbayang semanagat dan kepribadian yang sangat kuat dan energik Ashoka tidak ingin membunuh Devakaa tetapi ia ingin mengetahui semua rencana yang di milikinya tuaan...aku telah menolah hidupku dikorbankan untuk suamiku Kasaka kalau aku diberi kesempatan melayani pangeran jalang penolongku aku selalu siap sedia berkorban untuk dia sekalipun yang ku pertaruhkan adalah nyawaku sendiri
Ulasan
Koleksi Terkait
Pangeran Ashoka (1-3)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (6-7)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (8-9)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (13)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (16-17)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (18-19)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (20-21)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (23-24)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (25-26)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (27-28)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (29-30)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (31-32)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (33-34)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (35-36)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (37-38)
Wytze Keuning (Pengarang)
Koleksi Rekomendasi Lainnya
Jeihan bujuk Sapardi telanjang
Soni Farid Maulana (Pengarang)
Leman (bagian 29)
Dahnil Ilyas (Pengarang)
Inilah bahasa Indonesia yang benar : kata berterima sudah berterimakah?
J.S. Badudu (Pengarang)
Keterbukaan
Darmanto Jatman (Pengarang)
Lomba mengarang dengan ilustrasi prangko
Menikah
Soeman HS (Pengarang)
Meninggal
St Lesmaniasita menggeluti suatu nostalgia
Abdullah Masrur (Pengarang)
Surat dari K. Usman kepada Putu Arya Tirtawirya
K. Usman (Pengarang)
Kumpulan amplop surat dari Subagio Sastrowardoyo untuk H.B. Jassin
Sebuah kisah sedih
Puthut EA (Pengarang)
Puisi-puisi telepon
Avianti Armand (Pengarang)
Sajak-sajak Sugandhi Putra (Hidung anjing, sajadah, dan langit terdampar)
Kesan-kesan dari FFI '78 di Ujung Pandang. Semua berpaling pada film nasional
F.X Koesworo (Pengarang)