Pangeran Ashoka (85-86)
Wytze Keuning (Pengarang)
Deskripsi
Cerita Bersambung Karya Wytze Keuning Diterjemahkan oleh Makmoer Soerjanagoro di terbitkan Surat kabar Pikiran Rakyat di Bandung pada tahun 1990 berjudul Pangeran Ashoka Menceritakan dibawah terik matahari matahari bumi Aryavartha yang menyengar penunggang kuda itu memacu kudanya dengan kencang dari kamp tentara Maurya menuju ke ibukota negara, Pataliputra , di sepanjang jalan yang dilaluinya orang-orang berdiri dengan takzimnya sebagai tanda rasa hormat kepadanya, sekalipun udara yang berdebu terasa demikian panas mendera punggung mereka Kulit tubuh penunggang kuda yang ugal-ugalan itu berwarna kuning mengkilat seperti perunggu dari balik wajahnya yang jelek dan kasar itu terbayang semanagat dan kepribadian yang sangat kuat dan energik Ashoka tidak ingin membunuh Devakaa tetapi ia ingin mengetahui semua rencana yang di milikinya tuaan...aku telah menolah hidupku dikorbankan untuk suamiku Kasaka kalau aku diberi kesempatan melayani pangeran jalang penolongku aku selalu siap sedia berkorban untuk dia sekalipun yang ku pertaruhkan adalah nyawaku sendiri
Ulasan
Koleksi Terkait
Pangeran Ashoka (1-3)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (6-7)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (8-9)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (13)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (16-17)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (18-19)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (20-21)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (23-24)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (25-26)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (27-28)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (29-30)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (31-32)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (33-34)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (35-36)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (37-38)
Wytze Keuning (Pengarang)
Koleksi Rekomendasi Lainnya
Mawar airmata : kumpulan puisi esai
Nur Faini (Pengarang)
Cerpen: ayat keempat
Joni Syahputra (Pengarang)
Resensi buku -- Glonggong : Glonggong pejuang selarong
Dwi Fitria (Pengarang)
Tanggungjawab sastra dua Sastrawan Besar Amerika Latin
Situmorang, Sitor, 1924-2014 (Pengarang)
Gus Dur ada yang ingin NU tak jadi kuat
Abdurrahman Wahid (Pengarang)
Darmanto dan golf untuk rakyat
Triyanto Triwikromo (Pengarang)
Sintuhan filsafat : Resensi roman atheis
Achdiat K. Mihardja (Pengarang)
Achmad Nurullah dan angkatan sastra sufistik
Redi Panuju (Pengarang)
Imam Bonjol
Wisran Hari (Pengarang)
Surat perihal pembayaran PBB dan APPKD kavling TIM untuk th. 1988 (Desember 1988)
M. Djasih. K. (Pengarang)
Teologti puisi, spiritualisme dari keindahan dan kerusakan
Afrizal Malna (Pengarang)
Dialog - seni tidak punya tujuan sendiri
Andrik Purwasito (Pengarang)
Ibuku seorang pesinden, bagian 7 : ringkasan cerita bagian ke enam
Agnes Yani Sardjono (Pengarang)
Puisi Catatan perjalanan I
Nurrochman Sudibyo YS (Pengarang)