Pangeran Ashoka (87-88)
Wytze Keuning (Pengarang)
Deskripsi
Cerita Bersambung Karya Wytze Keuning Diterjemahkan oleh Makmoer Soerjanagoro di terbitkan Surat kabar Pikiran Rakyat di Bandung pada tahun 1990 berjudul Pangeran Ashoka Menceritakan dibawah terik matahari matahari bumi Aryavartha yang menyengar penunggang kuda itu memacu kudanya dengan kencang dari kamp tentara Maurya menuju ke ibukota negara, Pataliputra , di sepanjang jalan yang dilaluinya orang-orang berdiri dengan takzimnya sebagai tanda rasa hormat kepadanya, sekalipun udara yang berdebu terasa demikian panas mendera punggung mereka Kulit tubuh penunggang kuda yang ugal-ugalan itu berwarna kuning mengkilat seperti perunggu dari balik wajahnya yang jelek dan kasar itu terbayang semanagat dan kepribadian yang sangat kuat dan energik Ashoka tidak ingin membunuh Devakaa tetapi ia ingin mengetahui semua rencana yang di milikinya tuaan...aku telah menolah hidupku dikorbankan untuk suamiku Kasaka kalau aku diberi kesempatan melayani pangeran jalang penolongku aku selalu siap sedia berkorban untuk dia sekalipun yang ku pertaruhkan adalah nyawaku sendiri
Ulasan
Koleksi Terkait
Pangeran Ashoka (1-3)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (6-7)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (8-9)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (13)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (16-17)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (18-19)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (20-21)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (23-24)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (25-26)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (27-28)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (29-30)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (31-32)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (33-34)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (35-36)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (37-38)
Wytze Keuning (Pengarang)
Koleksi Rekomendasi Lainnya
Politik komunitas sastra
Situmorang, Saut (Pengarang)
Topeng monyet
Nirwanto KI S. Hendrowinoto (Pengarang)
Nyanyian kemarahan
Okot P'Bitek (Pengarang)
Pengikut Iblis, Episode 116
Abdullah Harahap (Pengarang)
Wahid dan Tanri Abeng Tolak Jadi Calon DPR
Abdurrahman Wahid (Pengarang)
"Resensi" cerpen Indonesia di Bandung
Pamusuk Eneste (Pengarang)
Penyair Wing Kardjo meninggal
Sloka Dermayu. Ana tundhak nora tandhuk
Daro'uf (Pengarang)
Burung merak , bajul darat dan goyang dangdut
Yos Rizal Suriaji (Pengarang)
Lutung Kasarung dalam garapan Kardjono
Pranata Ssp (Pengarang)
Rendra membacakan puisi
Formulir daftar calon sarjana muda Fakultas Sastra (Linguistik) Universitas Indonesia 1962-1963
Tetangga misterius
Faya (Pengarang)
Puisi dan gambar. Aswid Parahita, Lutfi Ade Primandani
Aswid Parahita (Pengarang)