Pangeran Ashoka (93)
Wytze Keuning (Pengarang)
Deskripsi
Cerita Bersambung Karya Wytze Keuning Diterjemahkan oleh Makmoer Soerjanagoro di terbitkan Surat kabar Pikiran Rakyat di Bandung pada tahun 1990 berjudul Pangeran Ashoka Menceritakan dibawah terik matahari matahari bumi Aryavartha yang menyengar penunggang kuda itu memacu kudanya dengan kencang dari kamp tentara Maurya menuju ke ibukota negara, Pataliputra , di sepanjang jalan yang dilaluinya orang-orang berdiri dengan takzimnya sebagai tanda rasa hormat kepadanya, sekalipun udara yang berdebu terasa demikian panas mendera punggung mereka Kulit tubuh penunggang kuda yang ugal-ugalan itu berwarna kuning mengkilat seperti perunggu dari balik wajahnya yang jelek dan kasar itu terbayang semanagat dan kepribadian yang sangat kuat dan energik Ashoka tidak ingin membunuh Devakaa tetapi ia ingin mengetahui semua rencana yang di milikinya tuaan...aku telah menolah hidupku dikorbankan untuk suamiku Kasaka kalau aku diberi kesempatan melayani pangeran jalang penolongku aku selalu siap sedia berkorban untuk dia sekalipun yang ku pertaruhkan adalah nyawaku sendiri
Ulasan
Koleksi Terkait
Pangeran Ashoka (1-3)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (6-7)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (8-9)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (13)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (16-17)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (18-19)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (20-21)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (23-24)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (25-26)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (27-28)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (29-30)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (31-32)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (33-34)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (35-36)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (37-38)
Wytze Keuning (Pengarang)
Koleksi Rekomendasi Lainnya
Dua sastrawan Medan malam ini di TBP
Kaki Kata Deimos dan Phobos
Sitok Srengenge (Pengarang)
Ibrahim Sutardji Sattah, Pembaharu pengekor atau pengkor pembaharu
Abdul Hadi WM (Pengarang)
Konsultasi psikologi - kalau takut, jangan diberani-beranikan
Darmanto Jatman (Pengarang)
Surat sastra untuk Pipiet Senja : Bandung mah mulai banjir, ceng!
Sutan Iwan Soekri Munaf (Pengarang)
Perempuan-Perempuan bagian 103 sampai dengan 107
Achmad Munif (Pengarang)
Cerbung, dewi ular bagian 88
Asmaraman S. Kho Ping Hoo (Pengarang)
Pantun Koruptor
Cerbung pedang pusaka Thian Hong Kiam bagian 51
Asmaraman S. Kho Ping Hoo (Pengarang)
Affandi : Masuk rumah sakit
Bintang jasa kaisar Jepang untuk Dr. Soedjatmoko
Cindurmato dari Minangkabau, bagian 115 dan 117
Agustar Idris (Pengarang)
Sajak kemarau
Korrie Layun Rampan (Pengarang)