Pangeran Ashoka (95)
Wytze Keuning (Pengarang)
Deskripsi
Cerita Bersambung Karya Wytze Keuning Diterjemahkan oleh Makmoer Soerjanagoro di terbitkan Surat kabar Pikiran Rakyat di Bandung pada tahun 1990 berjudul Pangeran Ashoka Menceritakan dibawah terik matahari matahari bumi Aryavartha yang menyengar penunggang kuda itu memacu kudanya dengan kencang dari kamp tentara Maurya menuju ke ibukota negara, Pataliputra , di sepanjang jalan yang dilaluinya orang-orang berdiri dengan takzimnya sebagai tanda rasa hormat kepadanya, sekalipun udara yang berdebu terasa demikian panas mendera punggung mereka Kulit tubuh penunggang kuda yang ugal-ugalan itu berwarna kuning mengkilat seperti perunggu dari balik wajahnya yang jelek dan kasar itu terbayang semanagat dan kepribadian yang sangat kuat dan energik Ashoka tidak ingin membunuh Devakaa tetapi ia ingin mengetahui semua rencana yang di milikinya tuaan...aku telah menolah hidupku dikorbankan untuk suamiku Kasaka kalau aku diberi kesempatan melayani pangeran jalang penolongku aku selalu siap sedia berkorban untuk dia sekalipun yang ku pertaruhkan adalah nyawaku sendiri
Ulasan
Koleksi Terkait
Pangeran Ashoka (1-3)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (6-7)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (8-9)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (13)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (16-17)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (18-19)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (20-21)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (23-24)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (25-26)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (27-28)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (29-30)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (31-32)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (33-34)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (35-36)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (37-38)
Wytze Keuning (Pengarang)
Koleksi Rekomendasi Lainnya
Benowo Brisbane (4)
Sastra sebuah dunia dengan kata kata
Shafwan Hadi Umry (Pengarang)
A Teew dalam ingatan
Soni Farid Maulana (Pengarang)
Begitu kendali ada di tangan
Nora Umres (Pengarang)
Timbangan buku, sastra dalam kapita selekta
Cicik Sandhykal (Pengarang)
Cerbung bujang maruhum (bagian 14)
Dahnil Ilyas (Pengarang)
Sajak-sajak Palti R. Tamba
Palti R. Tamba (Pengarang)
Cerbung, lintasan langit bagian 21--22
Kaloka Ardi (Pengarang)
Novel Mochtar Lubis paling laris
Abdul Hadi Widji Muthari (Pengarang)
Rakyat hanya dianggap penting untuk coblosan
Surat dari Djamal Tukimin kepada Ramadhan K.H. mengenai kerjasama
Djamal Tukimin (Pengarang)
Pengalaman dari tiga pendjara (40)
Soemarso Soemarsono (Pengarang)
Anglingdarma
Soetjipto Wirosardjono (Pengarang)
Malam suci bagian 24
Adi wicaksono (Pengarang)