Pangeran Ashoka (189)
Wytze Keuning (Pengarang)
Deskripsi
Cerita Bersambung Karya Wytze Keuning Diterjemahkan oleh Makmoer Soerjanagoro di terbitkan Surat kabar Pikiran Rakyat di Bandung pada tahun 1990 berjudul Pangeran Ashoka Menceritakan dibawah terik matahari matahari bumi Aryavartha yang menyengar penunggang kuda itu memacu kudanya dengan kencang dari kamp tentara Maurya menuju ke ibukota negara, Pataliputra , di sepanjang jalan yang dilaluinya orang-orang berdiri dengan takzimnya sebagai tanda rasa hormat kepadanya, sekalipun udara yang berdebu terasa demikian panas mendera punggung mereka Kulit tubuh penunggang kuda yang ugal-ugalan itu berwarna kuning mengkilat seperti perunggu dari balik wajahnya yang jelek dan kasar itu terbayang semanagat dan kepribadian yang sangat kuat dan energik Ashoka tidak ingin membunuh Devakaa tetapi ia ingin mengetahui semua rencana yang di milikinya tuaan...aku telah menolah hidupku dikorbankan untuk suamiku Kasaka kalau aku diberi kesempatan melayani pangeran jalang penolongku aku selalu siap sedia berkorban untuk dia sekalipun yang ku pertaruhkan adalah nyawaku sendiri
Ulasan
Koleksi Terkait
Pangeran Ashoka (1-3)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (6-7)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (8-9)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (13)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (16-17)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (18-19)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (20-21)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (23-24)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (25-26)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (27-28)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (29-30)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (31-32)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (33-34)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (35-36)
Wytze Keuning (Pengarang)
Pangeran Ashoka (37-38)
Wytze Keuning (Pengarang)
Koleksi Rekomendasi Lainnya
Bagong dan Yesus berambut kriting
Veven Sp. Wardhana (Pengarang)
Jeihan pameran sekaligus di dua tempat
Sarjana muda bahasa Indonesia yang meneruskan di IKIP Jakarta
Oyon Sofyan (Pengarang)
Analisis kebudayaan
Manusia, sastra, dan politik
Wiratmo Soekito (Pengarang)
Strategi menjadi jutawan dengan menulis
Herman Yulis (Pengarang)
Malam suci bagian 10
Adi wicaksono (Pengarang)
Pidato H.B. Jassin pada pemakaman Dr. Sri Wulan Rujiati Mulyadi
Jassin, H. B. (Pengarang)
Cerpen hikayat Gusala
Yanusa Nugroho (Pengarang)
Surat undangan untuk HB Jassin (8 April 1991)
Syahriar BSc (Pengarang)
Laporan dari bawah tanah (3-Habis) - Perburuan ex Brigdjen Suharjo
Makan siang
Ahda Imran (Pengarang)
Menjual Pusaka
Cerita santai dari dunia film: Yenny Rachman dalam diskusi
Eddy D. Iskandar (Pengarang)