Rumah tanpa jendela
Asma Nadia ; Triana Rahmawati
Tersedia di:
Deskripsi
Rara bocah perempuan penghuni perkampungan kumuh. Ia punya mimpi sederhana: memiliki jendela untuk rumah tripleksnya, agar dari dalam rumah ia bisa menatap keindahan bulan dan senyuman matahari.Mimpi bukan cuma milik Rara. Dua pemuda mengimpikan sosok perempuan yang sama. Seorang gadis bermimpi untuk kemudian menyerah dan terlupakan. Seorang bocah laki-laki bermimpi mendapat kehangatan keluarga, juga uluran persahabatan yang tulus.Tapi tak semua mimpi bertakdir jadi kenyataan. Berbagai peristiwa tragis tak hanya menjauhkan Rara dari mimpinya, juga dari kasih orang-orang tercinta. Bagaimana ia dapat melanjutkan hidup, ketika satu persatu kebahagiaan dan sumber impian kembali ke pangkuanNya?Sebuah cerita sederhana karya Asma Nadia tentang cinta dan persahabatan yang menggetarkan. Disajikan dalam bentuk novel dan diskenariokan dengan apik oleh Aditya Gumay dan Adenin Adlan. Juga telah diangkat ke layar lebar sebagai film berjudul sama.
Ulasan
Buku Rekomendasi Lainnya
Membangun Kantor Ramah Lingkungan dengan Internet
JUBILEE ENTERPRISE
Sultan Ageng Tirtayasa
SHERLY I. Agia
Bahasa perdagangan = The language of trade : daftar istilah yang sering digunakan dalam sistem perdagangan internasional
HARTER, John J.
Jellyfish ubur-ubur
SASONGKO, Setiawan G ; PUTRI, Melvi Dwi Dezka
cermin tak pernah berteriak
Ida R. Yulia
Referensi Praktis Macro Excel untuk Pemula
WICAKSONO, Yudhy
Sianida Tanpa Gafatar : siap nikah dari sekarang tanpa gerakan afa-afa entar
SURYANI, Eka ; HANDAYANI, Fitri
My Stupid Boyfriend
Oben Cedric ; Be Dea ; TKA ; Ario Murti
I'm Not Cinderella
Ulianne ; M.L Anindya Larasati
Ranah 3 warna : buku kedua dari trilogi negeri 5 menara
Ahmad Fuadi ; Danya Dewanti Fuadi ; Mirna Yulistianti
Pancaindra Mata-Telinga-Hidung-Kulit-Lidah
Anee Rahman
Asal Usul Danau Ranau dan Si Pahit Lidah : Seri cerita Rakyat : Lampung & Sumatera Selatan
Achmad D.
Kolam susu : sepenuh rasa, sepenggal doa, seuantai tali takdir untuk kesempatan kedua
Rakasya (Pengarang) ; Fenisa Zahra (penyunting)
Pemikiran sasterawan nusantara
Rahim Abdullah (Pengarang)