JAKLITERA sudah ada versi mobile lho! Unduh
Pinjam buku ini
Masyarakat Sunda Budaya dan Problema

Masyarakat Sunda Budaya dan Problema

SURJADI, H.A

KEHIDUPAN SOSIAL DAN ADAT ISTIADAT
Edisi Cet. 2
Penerbit Bandung : Alumni, 2010
Deskripsi Fisik xiv, 330 hlm, ; 20 cm
ISBN 979-41-4018-3 ; 979-41-4018-X
Subjek KEHIDUPAN SOSIAL DAN ADAT ISTIADAT
Bahasa Indonesia
Call Number 915.982 SUR m ; 959.82 SUR m ; 306.072 SUR m

Tersedia di:

Perpustakaan Jakarta - Cikini
Dapat dipinjam: 7
Perpustakaan Jakarta Barat - Tanjung Duren
Dapat dipinjam: 2
Perpustakaan Jakarta Timur - Jatinegara
Dapat dipinjam: 3

Deskripsi

Buku masyarakat Sunda, budaya dan problema ini menyajikan berbagai aspek kehidupan masyarakat Sunda: geografi, tenaga kerja, pertanian, perkebunan, perdagangan, perindustrian, keagamaan, juga, kesenian dan lainnya. Perubahan-perubahan terjadi disebabkan globalisasi, pendidikan dan usaha-usaha pembangunan. Perubahan ini menyebabkan musnahnya jenis-jenis kesenian tertentu dan perbendaharaan bahasa Sunda dan digunakannya bahasa Indonesia dan musnahnya beberapa jenis makanan dan minuman tradisional Sunda. Perubahan juga terjadi pada sektor pertanian dan lingkungan hidup, serta kohesi sosial (antara lain kegotongroyongan). Problema yang timbul adalah problema memelihara warisan kesenian, bahasa Sunda. penelitian yang bersangkutan serta generation gap dengan issue menanamkan dan memelihara akhlak mulia (akhlakul karimah) dalam bingkai budaya Sunda yang tentu tidak bertentangan dengan ajaran Islam.Problem lain adalah kependudukan. Pertambahan penduduk menuntut terus menerus dibukanya lapangan kerja baru, dan problem tersebab arus rural urban migration.Problem tentang pembangunan Jawa Barat adalah kurang meratanya pembangunan, dengan Jawa Barat Tengah dan Utara merupakan wilayah pembangunan utama. Sedangkan Jawa Barat Selatan terabaikan sehingga terjadi disparitas/gap yang lebar dalam kemajuan. Hal ini bisa menimbulkan gejolak sosial sehingga penduduk Jampang Kulon (Sukabumi Selatan) dan Cidaun (Cianjur Selatan) menuntut menjadi Kabupaten agar pembangunan merata.Solusi masalah tersebut menuntut pemikiran komprehensif dan mendalam serta melibatkan unsur masyarakat Sunda: cendekiawan, ulama, tokoh seni budaya, lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang peduli dengan masyarakat Sunda.

Ulasan

Belum ada ulasan untuk buku ini. Jadilah yang pertama untuk mengulas!