Mitos perkembangan negara : perekonomian-perekonomian negara yang tidak memiliki kemampuan untuk berkembang di abad XXI = The Myth of development
REVIRo, de Oswaldo ; ROFFI, M.Sya'roni ; ADINUGRAHA, Eka
Tersedia di:
Deskripsi
Istilah Negara berkembang terkesan menawarkan optimism bahwa suatu hari Negara tersebut akan mencapai perkembangan sebagaimana yang telah dicapai Negara-negara maju saat ini. Untuk memastikan anggapan diatas, selayaknya kita coba untuk menjawab pertanyaan di bawah ini yang merupakan benang merah dari konstruksi perkembangan suatu Negara. Bagaimana bisa Negara-negara mampu berkembang secara ekonomi ketika jumlah penduduknya selalu bertambah dan komoditas ekspor mereka yang berkutat hanya pada bahan-bahan mentah dab setengah jadi? Bagaimana kita berhadapan dengan Negara yang tidak memiliki kemampuan untuk memerintahkan ketika praktik korupsi merajalela dan kehidupan berdemokrasi hanya di praktikkan di permukaan saja. ; indeks, 317-320
Ulasan
Buku Rekomendasi Lainnya
Analisis Administrasi Negara
SUKARNA
Apresiasi Sastra indonesia Puisi, Prosa, Drama6cE. Kosasih; editor Priska rezki Y dan Nurhasanah
KOSASI, E
Ensiklopedia Mukjizat Ilmiah Hadist Nabi : Rahasia Tumbuhan dan Manfaatnya ; jilid 5
IBRAHIM, Ahmad Syawqi ; SUJATMIKO, Bogi ; ANSORI, A. Zayiddin
Kedudukan wanita di mata hukum
SITUMORANG, Victor
Racun tikus : coretan harian manusia 1/2 setengah
SHALSABQ, Eky ; ADHIMAS, Faisal
Wajah telanjang perempuan
Nawal El Saadawi (penulis) ; Azhariah ; Zulhilmiyasri
Jakarta dalam dimensi politik pemilu 1997
JAKARTA. DIREKTORAT SOSIAL POLITIK
Kisah Luar Biasa Ahmad dan Fatima
; Nazaruddin (Editor)
CANTIK, ELEGAN, DAN RELIGIUS
Heru nova (Pengarang)
Yuk, Saling Berbagi : seri belajar pancasila
Yugha Erlangga (Pengarang) ; Alwi Kosasih (Pengarang) ; Yam Roni (Pengarang)
Koella
herlinatiens (Pengarang) ; @rinalubis_stone (Pengarang)
Cinta dalam mimpi
Muyassarotul Hafidzoh (Pengarang) ; Athena (penyunting)
80 pantun berkisah : si pungguk rindukan bulan hingga keladi naik jambangan
Darnis (Pengarang)
165 Shalawat nabi
Ibnu Watiniyah (Pengarang)