

Yang tidak ternilai
Lestari, v. (Pengarang)
Deskripsi
Kerja keras bisa membuahkan harta. Ini membahagiakan, karena memberi perasaan berhasil. Tapi bagi sebagian orang, harta adalah godaan yang sukar ditolak., biarpun harus membunuh. Dan harta juga tak dapat memberi apa saja yang diinginka. Harta baru dapat membahagiakan bila orang mampu mengendalikannya secara sadar. Semua itu dialami sendiri oleh Bu Tri, tokoh paling tua dalam cerita ini. Anak-anak termasuk harta Bu Tri juga. Tapi cinta dari anak-anak, yang tulus tanpa pengaruh harta kekayaan, justru merupakan harta yang tak ternilai. Sayang Bu Tri kurang beruntung dalam hal itu. Namun ternyata Bu Tri masih memiliki orang-orang yang mencintainya karena dirinya sendiri. Secara nyata, mereka inilah hartanya yang tak ternilai.
Ulasan
Koleksi Terkait

Yang mendendam dan yang mencinta
Lestari, V. (Pengarang)

Cinta sang naga
Lestari, V. (Pengarang)

Pendekar bambu. buku kesatu
Lestari, V. (Pengarang)

Misteri gaun pengantin bagian kedelapan
Lestari, V. (Pengarang)

Misteri di balik abu bagian 1-5
Lestari, V. (Pengarang)

Setelah Kematian
Lestari, V. (Pengarang)

Wajah dalam mimpi
Lestari, V. (Pengarang)

Seroja
Lestari, V. (Pengarang)

Kekasih
Lestari, V. (Pengarang)

Pavilyun Maria
Lestari, V. (Pengarang)

Sebelum maut menjelang
Lestari, V. (Pengarang)

Sang duda bagian 7
Lestari, V. (Pengarang)

Sang duda bagian 8
Lestari, V. (Pengarang)

Sang duda bagian 9
Lestari, V. (Pengarang)

Sang duda bagian 11
Lestari, V. (Pengarang)
Koleksi Rekomendasi Lainnya

Topeng Monyet
Seno Gumira Ajidarma (Pengarang)

Orang-orang tran Nh. Dini : sebuah laporan perjalanan
Nh. Dini (Pengarang)

Mekar diguncang prahara
Nina Pane Budiarto (Pengarang)

Undangan Ceramah kepada H.B. Jassin
Ramadhan K.H. (Pengarang)

Kronik
Helman (Pengarang)

Anak-anak vampir

Tanah air (bagian 56-60) : Cerbung karya Darman Moenir
Darman Moenir (Pengarang)

Keterangan Menteri P&K mengenai rencana pengunduran diri Prof. Slamet Iman Santoso

Budak setan menafsir horor
Abdullah Harahap (Pengarang)

Tiga Calon Presiden Kunjungi Pondok Buntet : Gus Dur maju terus jadi capres
Abdurrahman Wahid (Pengarang)

Surat untuk Pamusuk Eneste dari Wilson Nadeak (18 Agustus 1987)
Wilson Nadeak (Pengarang)

Ceramah kreativitas sastra Darmanto Jt

Tanah ombak bagian 45-47
Abrar Yusra (Pengarang)

Gie dan "Novel tanpa huruf R"
Savitri Scherer (Pengarang)
