JAKLITERA sudah ada versi mobile lho! Unduh
Pinjam buku ini
Asiyah :  Wanita beriman, bersuami tiran

Asiyah : Wanita beriman, bersuami tiran

Tristanti Tri Wahyuni (Pengarang)

Aisyah / Nabi Muhammad SAW
Edisi Cetakan pertama
Penerbit Yogyakarta : Risalah Zaman, 2018
Deskripsi Fisik viii, 168 halaman : Ilustrasi ; 20 cm.
ISBN 9786025713613
Subjek Aisyah / Nabi Muhammad SAW
Bahasa Indonesia
Call Number 297.642 TRI a ; 297.9 TRI a

Tersedia di:

Perpustakaan Jakarta - Cikini
Dapat dipinjam: 4
Perpustakaan Jakarta Barat - Tanjung Duren
Dapat dipinjam: 9

Deskripsi

Bibliografi : halaman 163-165 ; Asiyah binti Muzahim. Mungkin tidak banyak orang yang tahu nama ini. Banyak orang lebih mengenalnya dengan nama Asiyah, istri Fir’aun. Dikenal sebagai sosok wanita beriman yang bersuamikan raja yang kufur, Fir’aun. Asiyah adalah teladan terbaik bagi kita saat ini. Asiyah adalah wanita yang teguh imannya, ketikakekufuran merajalela di sekitarnya. Bahkan, Fir’aun, suaminya, mengaku sebagai tuhan. Tentu tidak mudah menjaga keimanan saat itu, saat suami sekaligus rajanya adalah Fir’aun. Raja yang mengaku tuhan dan rakyat diharuskan menyembahnya. Raja yang terkenal kejam dan bebal. Tidak hanya teguh iman, Asiyah juga terkenal dengan sifat sabar dan istiqamahnya. Apalagi ketika Fir’aun mengetahui keimanannya kepada Allah. Tidak hanya kehilangan posisi sebagai permaisuri dan segala kenikmatan dunianya ,Asiyah juga mendapatkan penyiksaan yang sadis dari Fir’aun. Bahkan, Asiyah harus meninggal di tangan suaminya sendiri, Fir’aun. Sungguh, Allah bersama orang-orang beriman. Buah dari keteguhan iman, kesabaran, dan istiqamah Asiyah adalah surga. Allah telah menjanjikan rumah di sisi-Nya, di firdaus-Nya. Subhanallah. Selain teladan utama dari sosok mulia Asiyah, keteguhan imannya, buku ini berkisah tentang kemuliaan pribadinya. Sabar, istiqamah, cerdas, dan penuh kasih adalah secuil dari kemuliaan pribadi Asiyah binti Muzahim. Teladan yang tentunya kita butuhkan saat ini. Saat di mana kita disuguhi banyak hal yang mengarah pada kekufuran. Semoga dengan membaca buku ini, kita dapat mengikuti teladan mulia Asiyah. Kita bisa menjadi muslimah yang terbaik, sesuai dengan petunjuk-Nya. Amin. Baik berawal dari hati.

Ulasan

Belum ada ulasan untuk buku ini. Jadilah yang pertama untuk mengulas!