Bahasa, kebudayaan, dan pandangan tentang kebahasaan masyarakat etnik (lokal) kafoa di alor, nusa tenggara timur
Abdul Rachman Patji
Tersedia di:
Deskripsi
Bibliografi : hlm 162-164 ; Alor, disebut juga Nusa Kenari. adalah pulau yang penuh eksotisme. Di sana. keragaman bahasa dan budaya masyarakat sarna indahnya dengan keelokan alam yang mewujud pada laut. bentangan garis pantai. dan gunung berliku tiada putus. Bahasa dan budaya. sebagai olah rasa dan hasrat manusia pun mewujud menyesuaikan tempat tinggal dan garis keturnnannya. Puluhan bahasa sebagai produk terpenting kebudayaan manusia telah lahir dari pulau ini. salah satunya Kafoa. Suatu bahasa yang hanya digunakan oleh seribuan orang pada dua dusun keeil di Keeamatan Alor Barat Daya. Nusa Tenggara Timur. Sepertinya. perbedaan bahasa akan berjalan lurns dengan perbedaan suku. subsuku. dan lelang. Untuk menyiasatinya. masyarakat pun seeara sengaja menyimpan sementara bahasa ibunya (mother tongue) ketika berhadapan dengan suku lain yang berbeda bahasa. Bunga rampai tentang Kebahasaan Masyarakat Etnik Kafoa telah menunjukkan kenyataan kenyataan etnografi bahwa bahasa. mau tidak mau. akan bertumbuh kembang dengan proses dan praktik kebudayaan masyarakat. Dalam proses pemertahanannyajuga tidak luput dari aspek aspek sosial. ekonomi bahkan politik sekalipun.
Ulasan
Buku Rekomendasi Lainnya
Milly, Molly And The Wind
PITTAR, Gill
Vagabond 31, 32
TAKEHIKO, Inoue
Rainbow Magic : Holly si Peri Natal
MEADOWS, Daisy
Teori Semantik Edisi Kedua
PARERA, J.D
Kamus pocket bahasa Prancis
Levi Friantina (Pengarang) ; Nina Artanti R. (Penyunting)
Rumah Lentera dan 11 Bintang
Triana Rahmawati
TEORI & METODOLOGI SEJARAH
-
Linnaeus : Organising Nature
-
Gift for love
; Kang so kyung
Seri cerita anak & remaja : Anoman
-
Belajar Mengenal Huruf
Akhmad Saehudin ; Risky Fatrurrahman
Cara mengubah nasib : mengubah 100 kebiasaan negatif dengan mudah dan cepat
David J. Lieberman (Pengarang)
It's okay to not be okay 2 : anak zombi
J.D ; Jam San (ilustrasi) ; Putri Permatasari (alih bahasa) ; Claudia Putri (penyunting) ; Dhiartha Vera (korektor) ; Cicilia Tjandra (desainer grafis) ; Bella Clariza Talumepa (penata letak)
First explorers: astronauts
Engel, Christiane (Pengarang)