Anindhita Keisha Zahra Falaqi
9 bulan yang lalu
Hari ini q membaca buku tentang 25 nabi,,,,,,hal-hal yang terkandung didalam nya adalah, kita wajib mentaati semua perintah Allah dan Rosul nya serta menjauhi larangannya. Kita dapat mencontoh taulan para nabi.
LARAS LAILA APRIL
9 bulan yang lalu
Hai saya laras dari kelas 4a saya akan bercerita tentang naik delman
Horee delman teh kokom sudah datang. Neneng ingin duduk di depan syangnya ada sudah ada didi di sana
Didi sedang melihat apa ya kata didi sedang melihat helikopter. Ah neneng tidak bisa melihatnya neneng susah bergerak didi melihat apa lagi. Katanya melihat gerombolan tentara ah mereka tidak bisa melihat neneng neneng jadi kesal. kali ini neneng tak boleh kalah lari lari. Berhasil neneng bisa duduk di depan ternyata tidak ada helikopter namun namun neneng mendengar suara ramai. Wah itu kuda renggong. Uhuk uhuk aduh banyak asap kendaraan
Neneng ingin melihat lebih jelas namun teh kokom melarang nya lihat kuda Renggong menari. Mudah teh kokom ikut menari eh bau apa ini? Baunya tidak enak neneng ingin muntah neneng pusing neneng tak mau duduk di depan lagi
Sekian cerita saya
Kirana Annindya Putri
9 bulan yang lalu
Tentang petualangan seorang detektif cilik
ANDINA MUTIARA FEBRIANI
9 bulan yang lalu
Aku membaca buku " Siapa naik delman
ZAKI MUHAMMAD SUTHONI
9 bulan yang lalu
Hari ini aku membaca buku berjudul " Kumpulan Awan Sampah"
Hal hal menarik dari buku yang saya baca yaitu:
1. Kebiasaan cheekoo si tokoh dalam cerita.
2.dampak buruk membuang sampah
3.perubahan baik dari tokoh
Rudjit Miarti
9 bulan yang lalu
Hikayat para Kekasih Allah , siksa kubur untuk orang yang Bakhil
RAESYAH ARIFIN
9 bulan yang lalu
Haiii nama raesyah/echa
Kali ini ak ingin bercerita tentang "Sang bujang katak" kita langsung bercerita yaaa..
Dahulu kala, hiduplah seorang wanita yang miskin. Dia hidup sebatang kara dan sangat ingin mempunyai anak. Dia pun berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dia dikaruniai seorang anak. Begitu inginnya, wanita itu berkata dalam doanya bahwa walaupun ia dikaruniai seorang anak yang mirip katak, ia akan merawat dan mencintainya dengan sepenuh hati. Rupanya Tuhan mengabulkan doanya. Lalu lahirlah seorang anak laki-laki laki... Yang mirip seekor katak! Kulitnya licin berwarna kehijauan, lehernya pun pendek. Orang orang disekitarnya memanggilnya Sang Bujang Katak. Bujang katak tumbuh dewasa dan rajin membantu ibunya diladang. Ia pun disukai oleh penduduk desa karena sikapnya ramah dan suka membantu. Namun akhir akhir ini, Bujang Katak sering duduk melamun. Ia ingin menikah. Tak ingin sembarang gadis ia inginkan. Ia ingin menikah dengan putri kerajaan! Ibunya yang sangat sayang kepada nya tak mampu menolak keinginannya. Pergilah ia mengantar putranya ke istana. Sesampainya di istana, raja dan ke-enam putrinya seketika menolak lamaran Bujang katak itu. Namun sang putri ke tujuh (7), yaitu putri bungsu, jatuh iba kepada sang Bujang katak, dan menerima pinangannya. Raja tak setuju dan enggan memberikan restu. Akhirnya ia memberikan persyaratan kepada Bujang katak harus dapat membangun sebuah jembatan dari rumahnya sampai ke istana. Bujang katak hanya diberi waktu 7 hari untuk menyelesaikannya. Bujang katak dan ibunya pulang ke rumah dengan lunglai. Tentu saja permintaan itu mustahil dilakukannya. Sang ibu berdoa dan berdoa. Tiada hari dilewatinya tanpa berdoa. Tujuh jari kemudian, terjadilah keajaiban. Tiba tiba tubuh Bujang katak berubah. Kulitnya mengelupas menjadi emas! Bujang katak lalu menggunakan emas itu untuk membangun emas itu untuk membangun jembatan dari rumahnya ke istana. Bukanya katak pun berubah wujud menjadi pangeran yang sangat tampan! Saat sampai ke istana, tidak ada yang mengenali Bujang katak yang telah berubah rupa. Kepada sang putri bungsu, sang pangeran menceritakan tentang dirinya. Sang putri terkejut, sekaligus juga sangat bahagia. Raja ikut senang dan segera memberikan restu kepada sang pangeran untuk menikahi putri bungsu. Mereka pun hidup bahagia, meninggalkan ke-enam kakak sang putri yang iri tak terkira.
KHANSA SANIYYAH RANGKUTI
9 bulan yang lalu
Assalamu'alaikum,,, Hai teman-teman,,, saya Khansa saniyyah rangkuti kelas 4b...
Hari ini saya membaca buku tentang"MENUNGGU APA, MAS? "...
Nina asyik bermain dengan Si Putih.
Nina mengejar Si Putih. Di teras, ia heran melihat Kak Adi duduk sendirian. Seperti ada yang ditunggu. "Sedang apa, Kak?" tanya Nina. Kak Adi hanya senyum-senyum saja.
Nina semakin penasaran. "Menunggu apa, sih, Kak? Kasih tahu, dong," Nina terus bertanya. "Rahasia, Dik," goda Kak Adi masih senyum-senyum.
Ooh ... Nina ingat, Kak Adi tidak bisa jauh dari makanan. "Aku tahu! Menunggu bakso itu, kan?"
Kak Adi kelihatan senang melihat penjual yang ditunjuk adiknya. Namun ...,
"Tidak! Bukan bakso, kok!" jawab Kak Adi. Nina tidak percaya. Ternyata benar. Penjualnya dibiarkan saja lewat.
"Itu! Itu! Kakak menunggu kue putu, kan?" Nina menunjuk penjual putu di belokan jalan.
Kak Adi tersenyum lebar melihat penjual kue berisi gula jawa itu. Namun ...,
"Siapa yang menunggu penjual putu?" jawab Kak Adi sambil memalingkan muka. Nina tidak menyangka. Kak Adi tidak memanggil penjual kue putu seperti biasanya.
"Tahu goreng!" seru Nina. Ah, lagi-lagi kakaknya menggeleng.
"Aku tahu! Kakak pasti menunggu tahu campur!" kata Nina senang, merasa bisa menebak. Namun, kakaknya bilang tidak.
Kak Adi tertawa terkikik. "Weee, salah. Aku sedang tidak ingin tahu campur." Wah, bukan?
Nina tidak menyangka jika Kak Adi bisa menahan diri tidak membeli tahu campur.
Nina penasaran. Apa sebenarnya yang sedang ditunggu kakaknya?
"Nasi goreng? Tahu bulat?"
Semua dijawab dengan gelengan.
Tiba-tiba Mas Adi berdiri dan berlari. Itu Bapak pulang! Nasi dari acara selamatan! Ternyata itu yang ditunggu Kak Adi.
"Jangan dimakan sendiri berkatnya, Kak!" teriak Nina.
Baunya harum sekali. Nina bisa menebak apa saja isi berkat itu. Pasti ada lauk kesukaannya. Namun ...,
Lah, kok Mas Adi makan terus? Bisa-bisa Nina tidak kebagian.
"Jangan menangis, Dik. Itu kubagi lauk telur rebus kesukaanmu," Kak Adi menunjuk berkat bagian adiknya. Nina lega.
Apakah kamu suka menunggu berkat acara selamatan, seperti Kak Adi?
Wassalamu'alaikum,, terimakasih...
Hilman Faiz
9 bulan yang lalu
Untuk menemani liburku aku baca buku tentang si Kancil. Hal menarik dari buku yang saya baca adalah kita tidak boleh berbohong,karena dengan berbohong kita akan mendapat banyak masalah.Diantaranya kita berdosa,tidak ada yang percaya dengan omongan kita, dan akan mendapat banyak musuh.